Lihatlah kelabu yang merasukki jiwa
Memandang pun bagaikan kilat yang mengkilap
Susunannya hinggap ditelaga hati
Entah retak karena waktu
Ataukah karena terusak oleh polutan jiwa
Yang ada terasa kan butir-butir rasa hampa
Mungkin jauh atau mungkin hanya sekedar menghindar
Langkah berat kan tertuju disana
Dimana sang permata akan terjatuh
Larilah
Sebelum terkaamnya tepat menjatuh
Dan membunuh jiwa-jiwa yang teriris
Seperti labu yang penuh gelombang pemanis
Menutup untaian prasngka jiwa
Atau hanya sekedar ilusi semata
Blog ini aku gunakan untuk mengekspresikan tulisanku. Aku ingin jadi penulis yang baik dan terkenal, tapi aku sekarang belum apa - apa, aku hanya belajar dan belajar. aku tahu tulisanku pasti nggak bermutu bagimu makanya berilah komentar agar tulisanku menjadi bermutu. Tulisan ini hanya fiktif belaka, hanya karanganku, bayanganku, pemikiranku semata.
Senin, 01 Oktober 2007
Minggu, 30 September 2007
Malam
Bagitu dinginnya malam
Pancaroba yang mulai datang
Sedikit demi sedikit menerobos celah
Saat kulihat langit bersinar
Dan menoreh pelangi
Diatas awan mendung
Yang tak jua menghindar
Hujan pun turut membasahi
Namun sang mentari mencoba hapuskan
Angin tak bersahabat bertiupan
Praduga-praduga bertebaran
Menusuk jeratan berkaitkan kawat
Mengusik malam penuh bintang
Hingga kosong
Tanpa bintang penghias malam
Pancaroba yang mulai datang
Sedikit demi sedikit menerobos celah
Saat kulihat langit bersinar
Dan menoreh pelangi
Diatas awan mendung
Yang tak jua menghindar
Hujan pun turut membasahi
Namun sang mentari mencoba hapuskan
Angin tak bersahabat bertiupan
Praduga-praduga bertebaran
Menusuk jeratan berkaitkan kawat
Mengusik malam penuh bintang
Hingga kosong
Tanpa bintang penghias malam
Langganan:
Postingan (Atom)
MAU DAPAT UANG DAN POSTER GRATIS DARI INTERNET ??? BUKA BLOG MASKU